Warga Kabaena Harus Bayar Rp 3 Juta Hanya Untuk Ke Rumah Sakit, Ini Penyebabnya!

Bagikan

Warga Pulau Kabaena menghadapi beban berat, harus mengeluarkan Rp 3 juta hanya untuk mencapai rumah sakit terdekat.

Warga Kabaena Harus Bayar Rp 3 Juta Hanya Untuk Ke Rumah Sakit

Kisah pilu datang dari Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Meski teknologi dan akses kesehatan semakin maju, warga di pulau ini harus berjuang keras dan mengeluarkan biaya besar hanya untuk layanan rujukan medis. Ironi ini menunjukkan ketimpangan akses kesehatan di negeri, menyisakan pertanyaan besar tentang kehadiran negara.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.

Biaya Selangit Demi Akses Kesehatan Mendesak

​Warga Pulau Kabaena terpaksa menyewa kapal laut dengan biaya mencapai Rp 3 juta sekali jalan, hanya untuk merujuk pasien ke rumah sakit di daratan utama.​ “Minimal Rp 3 juta rupiah untuk kapal-kapal kecil dari Kabaena ke Bombana kalau mau mengantar orang sakit,” ungkap Sahrul, seorang warga, kepada detikcom. Biaya ini tentu sangat memberatkan masyarakat.

Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, terutama sejak ambulans laut yang seharusnya menjadi solusi, tidak beroperasi lagi. Warga tidak memiliki pilihan lain selain menyewa kapal nelayan atau milik perusahaan swasta. Ini menyoroti ketiadaan infrastruktur vital yang memadai untuk pelayanan publik esensial.

Keadaan ini memaksa warga yang sakit menanggung beban finansial tambahan yang besar untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka harus mengeluarkan uang pribadi, padahal seharusnya pelayanan rujukan kesehatan sudah dijamin oleh pemerintah. Ini adalah beban ganda yang harus ditanggung warga.

Terbengkalainya Ambulans Laut, Akibat Dan Dampak

Sahrul mengungkapkan bahwa dulu terdapat tiga titik ambulans laut di Kabaena, namun kini semuanya rusak dan terbengkalai. Kondisi ini membuat warga merasa diabaikan dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dasar. Rusaknya ambulans laut ini adalah pukulan telak bagi aksesibilitas kesehatan di pulau tersebut.

Kerusakan ambulans laut ini bukan hanya sekadar masalah fasilitas, tetapi juga berdampak langsung pada nyawa dan kesejahteraan warga. Tanpa ambulans laut yang berfungsi, waktu tempuh menuju rumah sakit menjadi lebih lama dan biaya membengkak. Hal ini bisa menjadi penentu antara hidup dan mati bagi pasien gawat darurat.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pasien dari Kabaena yang diangkut kapal menuju Pelabuhan Kasipute Bombana. Pengunggah video menegaskan bahwa warga harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk merujuk keluarga yang sakit, menggambarkan situasi yang memprihatinkan dan telah berlangsung lama.

Baca Juga: Detik-Detik Tim SAR Temukan Jenazah Pramugari ATR 42-500 di Tebing Bulusaraung

Respons Pemerintah Daerah Dan Solusi Sementara

 ​Respons Pemerintah Daerah Dan Solusi Sementara

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bombana, Darwin, membenarkan bahwa ambulans laut yang mereka miliki memang rusak dan tidak dapat digunakan. Fasilitas yang beroperasi sejak tahun 2022 itu, kini sedang dalam proses perbaikan. Pengakuan ini menunjukkan adanya masalah internal yang harus segera diselesaikan.

Sebagai langkah cepat, pemerintah daerah telah meminjam speedboat milik Dinas Perhubungan Bombana untuk disiagakan di Pulau Kabaena. Darwin memastikan layanan ini gratis, dengan biaya bahan bakar dan honor operator ditanggung Dinas Kesehatan. Ini adalah upaya mitigasi sementara yang patut diapresiasi.

Darwin menargetkan ambulans laut yang rusak dapat kembali beroperasi paling lambat pekan ini. “Saya berjanji, minimal di hari Jumat atau Minggu ini docking kapal ini sudah selesai dan dapat beroperasi lagi,” imbuhnya, memberikan harapan bagi warga Kabaena untuk mendapatkan kembali akses rujukan gratis.

Harapan Akan Akses Kesehatan Yang Merata

Warga seperti Sujatmiko (60), mengungkapkan kekecewaan atas kondisi ini, di mana biaya akomodasi menjadi beban sebelum mendapatkan layanan medis. Padahal, akses kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh pemerintah. Kondisi ini tidak mencerminkan pemerataan pembangunan.

Kejadian semacam ini telah berlangsung lama, membuat warga lebih dulu memikirkan akomodasi daripada kesembuhan. Ini bukan hanya tentang biaya, tetapi juga tentang tekanan psikologis yang dialami keluarga pasien. Pemerintah harus mencari solusi permanen agar insiden ini tidak terulang.

Semoga janji perbaikan dan penyediaan armada pengganti dapat segera terealisasi dan menjadi solusi permanen bagi warga Kabaena. Akses kesehatan yang adil dan merata adalah fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:
  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari harapansultra.com

Leave a Reply