Ancaman Hujan Lebat Di Sulsel, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Bagikan

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan pada 21–23 Maret 2026 dengan potensi hujan lebat.

Ancaman Hujan Lebat Di Sulsel, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut, seperti banjir, genangan air di wilayah perkotaan, luapan sungai, tanah longsor di daerah perbukitan, serta terganggunya aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk transportasi darat maupun laut, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi. Simak selengkapnya hanya di  Sulawesi Indonesia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 21 hingga 23 Maret 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Informasi ini disampaikan melalui akun resmi BMKG Sulsel dan diperbarui secara berkala untuk memberikan gambaran kondisi cuaca harian di daerah tersebut. Peringatan ini menjadi perhatian serius mengingat intensitas hujan yang diperkirakan cukup tinggi dan berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang secara geografis rawan bencana seperti banjir dan longsor. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini dari sumber resmi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Daftar Wilayah Terdampak Hujan

Pada Sabtu, 21 Maret 2026, sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan masuk dalam kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Luwu, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, dan Tana Toraja.

Sementara itu, pada hari yang sama belum terdapat wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas. Kondisi hujan sangat lebat atau ekstrem juga belum terpantau. Namun BMKG mencatat adanya potensi angin kencang di pesisir barat Sulsel. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat. Terutama nelayan dan pengguna transportasi laut.

Memasuki Minggu, 22 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan semakin meningkat dengan beberapa wilayah masuk kategori siaga. Wilayah seperti Barru, Pangkep, Maros, Takalar, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bulukumba, dan Parepare berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sementara wilayah lain tetap berada dalam status waspada.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Polisi Sinjai Sulsel Masih 19 Tahun Masa Dinas Tapi Jadi DPO

Potensi Dampak Bencana

Daftar Wilayah Terdampak Hujan  

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari berturut-turut dapat memicu bencana hidrometeorologi. Dampak yang paling umum terjadi adalah genangan air, luapan sungai, banjir, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang memadai.

Pada tingkat waspada, potensi gangguan aktivitas masyarakat sudah mulai terlihat, seperti genangan di jalan raya dan terganggunya mobilitas warga.

Adapun pada level awas, belum ada wilayah yang masuk kategori tersebut dalam prakiraan ini. BMKG menjelaskan kondisi ini tetap berbahaya. Dampaknya dapat berupa bencana besar seperti banjir bandang dan longsor. Kondisi tersebut berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Aktivitas masyarakat juga bisa terhenti secara luas.

Imbauan BMKG Kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem berlangsung. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama saat hujan deras disertai angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diharapkan lebih waspada terhadap tanda-tanda awal bencana seperti naiknya debit air sungai atau retakan tanah di sekitar permukiman. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

BMKG juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah disediakan, seperti media sosial resmi dan aplikasi cuaca. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh pembaruan informasi secara cepat dan akurat untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com

Leave a Reply