Bongkar Modus Sadis: Uang Jajan Jadi Alasan Pria Cabuli Dua Adik Kandung

Bagikan

Bongkar modus sadis! Pria di Toraja Utara cabuli dua adik kandung dengan dalih memberi uang jajan, fakta mengerikan terungkap.

Bongkar Modus Sadis: Uang Jajan Jadi Alasan Pria Cabuli Dua Adik Kandung

Kasus ini membuat geger masyarakat Toraja Utara. Seorang pria tega mencabuli dua adik kandungnya dengan alasan memberi uang jajan.

Fakta tragis dan modus pelaku mengungkap sisi gelap yang selama ini tersembunyi. Bagaimana kronologi dan reaksi pihak berwenang? Simak ulasan lengkapnya berikut ini hanya ada di Sulawesi Indonesia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Tragedi Kekerasan Seksual Dalam Keluarga Di Toraja Utara

Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anggota keluarga sendiri kembali mengguncang Toraja Utara pada Rabu (25/3/2026). Seorang pria berinisial B (32) ditangkap aparat setelah melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap dua adik kandungnya yang masih di bawah umur. Modus pelaku dalam kedua peristiwa itu adalah memberi uang jajan kepada korban.

Kejadian tragis ini terbongkar setelah salah satu korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada anggota keluarga lainnya. Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian sehingga pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Kasus ini mendapat sorotan tajam dari publik karena melibatkan kekerasan seksual dalam keluarga dan korban yang masih sangat muda. Polres Toraja Utara langsung menangani perkara ini sebagai upaya perlindungan anak dari tindak kejahatan serupa.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Modus Pelaku: Uang Jajan Sebagai Umpan

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, pelaku melancarkan aksinya menggunakan modus yang sama dalam dua kejadian. Pelaku memberi uang jajan kepada masing-masing korban sebelum melakukan pencabulan atau persetubuhan.

Korban pertama adalah adik pelaku yang kini berusia 16 tahun. Kejadian terhadap korban ini terjadi pada 2017 saat korban sedang tidur di kamarnya, tiba‑tiba pelaku masuk dan memberinya uang jajan Rp10.000 sebelum melakukan pencabulan.

Untuk korban kedua adik kandung lainnya persetubuhan terjadi pada 2025 ketika korban yang berusia 13 tahun saat itu masuk kembali ke kamar. Pelaku memberikan uang jajan sebesar Rp5.000 sebelum melakukan perbuatan yang sama.

Baca Juga: Waspada! Cuaca Makassar Besok 25 Maret 2026, Pagi Diguyur Hujan, Siang Mendung

Kronologi Kejadian Dan Pengakuan Korban

Kronologi Kejadian Dan Pengakuan Korban 700

Peristiwa pertama dilakukan pelaku terhadap kakak korban yang kini telah berusia 16 tahun. Kasus itu terjadi saat korban sedang tertidur di kamar, dan pelaku masuk serta menawarkan uang sebelum melakukan kekerasan.

Pada kasus kedua, pelaku mengikuti adiknya ke kamar tempat korban berada dan kembali memberi sejumlah uang jajan sebelum terjadi persetubuhan. Kedua korban pada saat kejadian masih memiliki mental dan fisik yang sangat rentan.

Korban tidak segera melapor kepada pihak berwenang, tetapi baru terbongkar setelah mereka menceritakan apa yang dialami kepada anggota keluarga lainnya, memicu laporan resmi ke pihak kepolisian oleh kakak korban yang lain.

Penangkapan Pelaku Dan Tindakan Polisi

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, polisi langsung bergerak menangkap pelaku di Toraja Utara pada Selasa (24/3/2026). Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dari pelaku tersebut.

Pelaku kemudian diamankan di Mapolres Toraja Utara guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyatakan bahwa tindakan cepat ini adalah bentuk perlindungan terhadap anak dan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual.

Pihak kepolisian juga kemungkinan akan melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam penyelidikan dan pendampingan terhadap kedua korban, sesuai dengan prosedur penanganan kasus serupa.

Dampak Sosial Dan Perlunya Perlindungan Anak

Kasus ini memicu keprihatinan dari masyarakat luas terkait keselamatan dan hak anak di Indonesia, terutama dalam lingkungan keluarga. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Para ahli hukum dan perlindungan anak sering menekankan pentingnya edukasi keluarga dan masyarakat untuk mendeteksi dini tanda‑tanda kekerasan terhadap anak, serta mendorong pelaporan ke pihak berwajib agar tindakan cepat dapat dilakukan.

Kejadian di Toraja Utara ini menjadi pengingat pentingnya upaya perlindungan anak secara menyeluruh, termasuk sosialisasi undang‑undang perlindungan anak serta penyediaan layanan dukungan psikologis bagi korban dan keluarga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari primaku.com

Leave a Reply