Proyek Raksasa Pelabuhan Tonra Rp1,7 T, Bupati Bone Minta Dukungan Masyarakat

Bagikan

Bupati Bone mengajak warga mengawal proyek Pelabuhan Tonra Rp1,7 triliun demi kemajuan ekonomi dan pembangunan daerah pesisir.

Proyek Raksasa Pelabuhan Tonra Rp1,7 T, Bupati Bone Minta Dukungan Masyarakat

Pembangunan Pelabuhan Tonra yang menelan anggaran hingga Rp1,7 triliun menjadi salah satu proyek strategis terbesar di Kabupaten Bone. Pemerintah daerah pun menaruh perhatian besar terhadap keberhasilan pembangunan ini, mengingat dampaknya yang luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan dukungan semua pihak, Pelabuhan Tonra diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta memperkuat konektivitas maritim Sulawesi Indonesia di masa mendatang.

Bupati Bone Ajak Masyarakat Kawal Proyek Pelabuhan Tonra

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif mengawal pembangunan Pelabuhan Tonra. Proyek ini merupakan investasi terbesar di Bone, dengan nilai mencapai Rp 1,7 triliun yang dikelola oleh PT AAS Gemilang Mandiri. Andi Asman menekankan pentingnya dukungan warga agar proyek strategis ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

Dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Bupati Bone meninjau Desa Gareccing dan Desa Bone Pute, yang menjadi titik utama pembangunan pelabuhan. Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan proyek dapat memastikan transparansi dan kelancaran pelaksanaan pembangunan. Masyarakat juga diharapkan dapat ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar proyek agar aktivitas konstruksi tidak terganggu.

Andi Asman menegaskan bahwa keberhasilan proyek Pelabuhan Tonra tidak hanya dilihat dari nilai investasi, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Bone. “Investasi sebesar ini harus menjadi manfaat nyata bagi warga, bukan hanya untuk pihak luar,” ujarnya.

Peninjauan Jalur Dan Area Inti Pelabuhan

Dalam peninjauan, Bupati fokus pada kondisi ruas jalan di Desa Gareccing yang akan menjadi jalur utama akses menuju pelabuhan. Jalan tersebut dipersiapkan agar mampu menampung arus kendaraan logistik dan distribusi barang yang tinggi. Sementara di Desa Bone Pute, Andi Asman mengecek lokasi inti Pelabuhan Peti Kemas yang akan menjadi pusat kegiatan bongkar-muat komoditas.

Ia menekankan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu kunci agar pelabuhan dapat beroperasi optimal. Pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah teknis seperti perbaikan jalan, pemasangan rambu keselamatan, dan perencanaan area bongkar-muat yang efisien. Dengan begitu, proyek Pelabuhan Tonra diharapkan dapat memenuhi standar nasional dan internasional.

Selain itu, Bupati Bone meminta masyarakat setempat untuk mendukung proses pembangunan, termasuk menjaga lingkungan dari aktivitas ilegal yang dapat mengganggu jalannya proyek. Dukungan warga juga dianggap penting agar proyek ini berjalan tepat waktu dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Maling di Kendari Ditembak Usai Ancam Polisi Pakai Parang, Aksi Nekat Bikin Geger!

Persiapan Tenaga Kerja Lokal Dan Peluang Usaha

Persiapan Tenaga Kerja Lokal Dan Peluang Usaha 700

Andi Asman menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal agar masyarakat Bone menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Pemerintah daerah akan mengadakan pelatihan teknis bagi calon operator dan tenaga pendukung pelabuhan. Hal ini termasuk penguasaan alat bongkar-muat, manajemen logistik, dan prosedur keamanan pelabuhan.

Kesiapan sumber daya manusia lokal juga akan membuka peluang kerja bagi ribuan warga di Tonra, Salomekko, dan Mare. Proyek ini diyakini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menciptakan ruang usaha baru seperti transportasi lokal, logistik, hingga jasa penunjang industri pelabuhan.

Dengan begitu, manfaat ekonomi akan merata bagi masyarakat sekitar. Bupati Bone menegaskan bahwa pemberdayaan warga lokal harus menjadi prioritas agar pelabuhan tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.

Dampak Ekonomi Dan Industri Untuk Bone

Keberadaan Pelabuhan Tonra diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kawasan timur Bone. Produk-produk hasil bumi dan komoditas lokal dapat langsung didistribusikan ke berbagai wilayah tanpa melalui jalur panjang. Hal ini akan meningkatkan efisiensi logistik, menekan biaya distribusi, dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, kawasan pelabuhan berpotensi berkembang menjadi sentra industri baru. Aktivitas produksi, pengolahan, hingga distribusi komoditas dapat terpusat di Tonra. Peningkatan kegiatan industri diyakini akan berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bone, sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Bupati Andi Asman menyebut proyek ini sebagai tonggak sejarah pembangunan daerah. Keberhasilan Pelabuhan Tonra diharapkan menjadi model investasi strategis yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan industri, sekaligus membuka era baru kemajuan bagi Kabupaten Bone. Ini bukan sekadar pelabuhan, tapi masa depan industri dan kesejahteraan masyarakat Bone, pungkasnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari radarbone.fajar.co.id

Leave a Reply