Massa dari Luwu nekat mengecor Jalan Trans Sulawesi, membuat lalu lintas lumpuh total, memicu perhatian publik luas.
Suasana di Jalan Trans Sulawesi mendadak tegang Jumat (23/1/2026) sore. Massa dari Luwu, Sulsel, nekat mengecor jalan perbatasan Luwu-Wajo. Aksi ini bertepatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758, menyebabkan lumpuhnya lalu lintas. Tindakan ini puncak kekecewaan terhadap janji pemekaran Provinsi Luwu Raya yang tak terealisasi.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.
Aksi Protes Ekstrem, Pengecoran Jalan Trans Sulawesi
Aksi pengecoran jalan ini terjadi di Desa Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Luwu. Massa dengan sengaja mengaduk semen dan menyusun batu di atas Jalan Trans Sulawesi, secara efektif menutup jalur vital tersebut. Kejadian ini menimbulkan kekagetan dan kerugian bagi pengguna jalan yang melintas.
Seorang perwakilan massa bernama Mail menyatakan bahwa pengecoran jalan merupakan bentuk protes keras terhadap pemerintah pusat. Mereka ingin menunjukkan bahwa masyarakat Luwu Raya serius dengan tuntutan mereka. Aksi ini diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah agar segera menindaklanjuti janji-janji yang telah diberikan.
Selain pengecoran, massa juga terlihat membakar ban dan membentangkan spanduk bertuliskan “Pemekaran Provinsi Luwu Raya”. Seluruh tindakan ini merupakan upaya untuk menegaskan kembali tuntutan mereka secara visual dan demonstratif. Suasana di lokasi menjadi sangat teaktif dan tidak kondusif bagi pengguna jalan.
Tuntutan Pemekaran Provinsi Luwu Raya
Tuntutan utama di balik aksi ekstrem ini adalah pemekaran Provinsi Luwu Raya. Massa merasa bahwa janji pembentukan provinsi baru ini telah lama tertunda dan tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kekecewaan ini menjadi pemicu utama serangkaian aksi protes.
Menurut Mail, pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah hal baru, melainkan janji yang telah ada sejak era Presiden Soekarno. Hal ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat Luwu Raya untuk memiliki provinsi sendiri memiliki sejarah panjang. Mereka merasa diabaikan meskipun janji tersebut sudah lama dilontarkan.
Massa mendesak Presiden Prabowo dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera merealisasikan pemekaran tersebut. Mereka berharap aksi protes ini dapat menjadi desakan kuat. Masyarakat Luwu Raya ingin melihat komitmen nyata dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Maling di Kendari Ditembak Usai Ancam Polisi Pakai Parang, Aksi Nekat Bikin Geger!
Dampak Dan Kronologi Aksi Protes
Selain pengecoran jalan, demonstrasi juga terjadi di empat titik lain di wilayah Luwu Raya, yaitu Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, dan Palopo. Aksi ini dimulai sejak pukul 09.00 Wita pada hari yang sama. Seluruhnya bertujuan untuk menyuarakan tuntutan pemekaran.
Di beberapa titik, demonstrasi diwarnai dengan penebangan pohon yang menyebabkan kemacetan panjang. Dampak kemacetan diperkirakan mencapai sekitar 3 kilometer di setiap lokasi unjuk rasa. Hanya ambulans yang diizinkan melintasi jalan yang diblokade.
Meskipun demikian, Kanit Laka Polres Palopo, Ipda Najamuddin, menyatakan bahwa demonstrasi berlangsung aman terkendali. Pihak kepolisian berusaha memastikan agar aksi protes tidak menimbulkan konflik yang lebih besar. Mereka juga berupaya mengurai kemacetan akibat penutupan jalan tersebut.
Harapan Dan Masa Depan Luwu Raya
Aksi protes ini mencerminkan kuatnya keinginan masyarakat Luwu Raya untuk memiliki wilayah administratif sendiri. Mereka berharap dengan adanya provinsi baru, pembangunan dan kesejahteraan di wilayah tersebut dapat meningkat. Aspirasi ini telah menjadi tuntutan yang berkelanjutan.
Pemerintah pusat kini dihadapkan pada desakan serius dari masyarakat Luwu Raya. Respons terhadap aksi protes ini akan menentukan arah selanjutnya dari tuntutan pemekaran. Dialog dan solusi konstruktif sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan.
Masa depan Luwu Raya bergantung pada bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat menemukan titik temu. Realisasi janji pemekaran dapat menjadi solusi jangka panjang. Ini juga dapat mencegah terulangnya aksi protes ekstrem di masa mendatang.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari tekape.co