Horor Lebaran di Pangkep! Pria tiba-tiba membacok pemilik rumah saat silaturahmi, warga dan keluarga panik menghadapi insiden brutal.
Silaturahmi Lebaran di Pangkep berubah menjadi momen mengerikan ketika seorang pria tiba-tiba membacok pemilik rumah. Insiden ini membuat keluarga dan tetangga panik, sementara aparat kepolisian Sulawesi Indonesia segera turun tangan untuk mengamankan lokasi dan menangani korban. Kronologi peristiwa dan motif serangan kini tengah diselidiki pihak berwenang secara intensif.
Awal Pertemuan Silaturahmi Lebaran Di Pangkep
Seorang pria berinisial AA (56) datang ke rumah kerabatnya, MR (51), di Kampung Siloro, Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 18.30 WITA untuk bersilaturahmi. Suasana awal tampak hangat dan santai seperti tradisi Lebaran pada umumnya. AA dan MR menikmati minuman khas tradisional bersama di kolong rumah korban sambil bercengkerama. Kedatangan AA diterima sebagai bagian dari silaturahmi, tanpa firasat akan insiden yang akan terjadi.
Namun, suasana santai itu perlahan berubah ketika percakapan keduanya meningkat menjadi ketegangan. Tidak ada pertengkaran besar awalnya, tetapi percakapan tertentu memicu emosi. Pertemuan yang awalnya hangat berubah menjadi konflik serius yang berujung pada tindakan penganiayaan. Hal ini menimbulkan kepanikan bagi keluarga dan tetangga yang berada di lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Proses Konflik Antar Kedua Pria
Kepada polisi, Kanit Resmob Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Andi Dipo Alam, menjelaskan bahwa konflik berawal dari ucapan MR yang dianggap menghina AA. Kata-kata tersebut memicu sakit hati dan emosi pelaku. AA merasa diejek sebagai “tukang adu domba” sehingga rasa tersinggungnya meningkat. Ucapan korban yang ringan namun menyakitkan menjadi pemicu tindakan lebih lanjut.
Merasa tersinggung, AA pulang sebentar ke rumahnya untuk menenangkan diri, tetapi ia justru menyiapkan tindakan balasan. Rencana ini memperlihatkan bahwa emosi pelaku sudah tidak terkendali. Tindakan AA menunjukkan betapa mudahnya konflik kecil dapat berubah menjadi pertikaian serius bila tidak dikendalikan, bahkan di momen Lebaran yang seharusnya penuh kehangatan.
Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Distributor Sarang Walet Sulawesi Utara dengan Mudah!
Langkah Pelaku Mengambil Parang
Setelah pulang, AA mengambil sebilah parang di rumahnya. Niatnya sudah jelas untuk menghadapi MR kembali. Pelaku kembali ke rumah korban membawa senjata tajam. Sesampainya di lokasi, AA menyerang MR dengan parang di hadapan keluarga dan kerabat lain. Suasana silaturahmi berubah menjadi penuh kekerasan.
Tebasan parang mengenai beberapa bagian tubuh korban, termasuk kepala, punggung, dan tangan, membuat MR terkapar. Aksi pelaku berlangsung cepat, memicu kepanikan keluarga dan tetangga yang menyaksikan kejadian.
Korban Dilarikan Ke Puskesmas
Korban MR mengalami empat luka robek akibat tebasan parang. Keluarga segera membawa korban ke Puskesmas Bontoa untuk mendapat pertolongan medis. Luka pada kepala, dada, punggung, dan tangan korban memerlukan penanganan segera agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Kondisi korban memicu trauma bagi keluarga dan warga sekitar, meski tindakan cepat petugas medis membantu menstabilkan kondisinya. Proses perawatan berlangsung sambil polisi mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penanganan Hukum Terhadap Pelaku
Pelaku AA diamankan oleh polisi dan menjalani pemeriksaan di Polres Pangkep kabupaten Sulawesi Selatan. AA disangkakan dengan dugaan penganiayaan berat sesuai KUHP. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti tambahan, termasuk keterangan saksi dan barang bukti yang relevan.
Jika terbukti bersalah, pelaku berpotensi menghadapi hukuman penjara sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam momen silaturahmi keluarga yang seharusnya penuh kehangatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com