Warga Konawe Selatan menangkap buaya sepanjang 4 meter yang diduga memangsa bocah 13 tahun, proses penangkapan dan respons pihak berwenang.
Peristiwa tragis mengguncang Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, setelah seorang bocah berusia 13 tahun dilaporkan hilang diduga diterkam buaya. Insiden ini memicu kepanikan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan perairan setempat.
Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran, warga setempat akhirnya berhasil menangkap seekor buaya sepanjang sekitar 4 meter. Buaya tersebut diduga kuat berkaitan dengan insiden hilangnya bocah tersebut, meski proses identifikasi masih menunggu pemeriksaan lanjutan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.
Kronologi Hilangnya Bocah 13 Tahun
Peristiwa bermula saat korban dilaporkan beraktivitas di sekitar sungai yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Sungai tersebut diketahui memang menjadi habitat buaya dan kerap dihindari warga, terutama saat air pasang.
Menurut keterangan warga, korban sempat terlihat berada di tepi sungai sebelum akhirnya menghilang. Dugaan serangan buaya muncul setelah ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan predator tersebut di lokasi kejadian.
Pencarian awal dilakukan oleh warga bersama aparat setempat. Namun hingga beberapa waktu berlalu, korban belum ditemukan, sehingga upaya pencarian diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Proses Penangkapan Buaya oleh Warga
Penangkapan buaya sepanjang 4 meter dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha melumpuhkan buaya yang kerap terlihat muncul ke permukaan sungai.
Proses penangkapan berlangsung dramatis dan penuh risiko. Buaya tersebut sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya berhasil diikat dan diamankan ke daratan.
Warga menyebutkan bahwa ukuran dan perilaku buaya tersebut menimbulkan kecurigaan kuat. Meski demikian, warga tetap menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak berwenang.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Targetkan Rampungkan 255 Km Jalan Pada April 2026
Dugaan Keterkaitan dengan Insiden Bocah Hilang
Buaya yang ditangkap diduga kuat memiliki keterkaitan dengan hilangnya bocah 13 tahun tersebut. Dugaan ini didasarkan pada lokasi penangkapan yang tidak jauh dari titik terakhir korban terlihat.
Selain itu, perilaku agresif buaya tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat dugaan warga. Namun pihak berwenang menegaskan bahwa status “diduga” tetap dikedepankan hingga ada hasil pemeriksaan resmi.
Aparat menyatakan akan melakukan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, sekaligus menentukan langkah selanjutnya terhadap buaya yang telah ditangkap.
Respons Aparat dan Pihak Terkait
Pihak kepolisian dan instansi terkait segera mendatangi lokasi penangkapan buaya. Mereka mengamankan area dan meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lain di sekitar sungai.
Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna menentukan penanganan buaya tersebut sesuai prosedur konservasi satwa liar.
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri jika kembali melihat buaya di sekitar permukiman. Penanganan satwa liar berbahaya harus dilakukan oleh pihak yang berwenang untuk menghindari risiko korban tambahan.
Ancaman Buaya dan Imbauan Keselamatan
Kasus ini menjadi pengingat serius akan ancaman buaya di wilayah perairan Konawe Selatan. Habitat buaya yang semakin dekat dengan permukiman meningkatkan potensi konflik dengan manusia.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memasang rambu peringatan, melakukan sosialisasi, serta mengambil langkah mitigasi untuk melindungi warga, khususnya anak-anak.
Warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas di sungai, terutama pada jam rawan dan saat kondisi air tinggi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detikNews
- Gambar Kedua dari Haluan Sultra