Makassar menutup delapan ruas jalan utama menyambut Tahun Baru 2026, masyarakat diimbau mencatat jadwal serta alternatifnya.
Pemerintah Kota Makassar bersama Polrestabes menyiapkan kebijakan khusus menyambut pergantian tahun 2026. Salah satunya adalah penutupan dan pengalihan ruas jalan vital menuju Pantai Losari dan Center Point of Indonesia (CPI) untuk memastikan kelancaran lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat merayakan Tahun Baru.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.
Penutupan Jalan Menjelang Malam Pergantian Tahun
Mulai Rabu, 31 Desember 2025 pukul 17.00 Wita hingga Kamis, 1 Januari 2026 pukul 04.00 Wita, delapan ruas jalan pusat kota Makassar ditutup atau dialihkan. Penutupan berfokus di kawasan strategis seperti Anjungan Pantai Losari dan CPI, yang menjadi magnet perayaan. Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Husnaeni, menegaskan kebijakan ini wajib ditaati seluruh masyarakat.
Sebanyak 131 personel Lalu Lintas Polrestabes Makassar akan disiagakan untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini. Mereka akan bertugas mengatur arus lalu lintas, memberikan informasi kepada pengendara, dan memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi. Kesiapan personel ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban selama perayaan Tahun Baru.
Selain penutupan jalan, kendaraan besar atau truk juga dilarang melintas di jalan-jalan protokol selama periode tersebut. Larangan ini berlaku untuk mobil truk, kontainer, dan kendaraan beroda enam ke atas. Pelanggaran terhadap aturan ini akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku dalam Operasi Lilin, demi mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan.
Rekomendasi Akses Dan Imbauan Khusus
Bagi masyarakat yang berencana mengunjungi area Anjungan Pantai Losari dan sekitarnya, sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan umum. Alternatif lainnya adalah diantar oleh keluarga atau memilih berjalan kaki, mengingat terbatasnya akses bagi kendaraan pribadi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi perayaan.
Para tamu hotel yang berlokasi di area terdampak penutupan jalan diminta untuk mengurus atau menggunakan Freepass yang disediakan. Penting juga untuk menyesuaikan Freepass dengan nomor kendaraan masing-masing. Pihak hotel dan kepolisian mengimbau agar semua tamu atau pengunjung hotel sudah masuk ke dalam area penginapan paling lambat pukul 15.00 Wita.
Masyarakat yang berdomisili di kawasan yang akan ditutup diimbau untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya kepada petugas. Ini bertujuan untuk memudahkan akses pulang-pergi ke rumah mereka. Kerjasama masyarakat sangat diharapkan agar kebijakan ini dapat berjalan lancar dan efektif tanpa menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Baca Juga: Tragedi di Wajo, Bus Bintang Timur Terguling 2 Penumpang Meninggal
Cuaca Ekstrem Dan Pencegahan Kecelakaan
AKBP Husnaeni juga menyampaikan imbauan penting terkait kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Angin laut diperkirakan akan berhembus sangat kencang ke darat, sehingga masyarakat diminta untuk berhati-hati. Kondisi cuaca ini berpotensi menyebabkan genangan air atau hujan lebat, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat yang merayakan Tahun Baru diimbau untuk tidak keluar rumah dengan melakukan konvoi atau berkeliling kota secara terus-menerus. Selain berpotensi menyebabkan kemacetan parah, aktivitas tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa perayaan seharusnya dilakukan dengan bijak dan aman. Menghindari kerumunan yang tidak perlu dan tetap berada di dalam ruangan jika cuaca tidak mendukung adalah pilihan terbaik. Dengan demikian, malam pergantian tahun dapat berjalan dengan damai, meriah, dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Detail Ruas Jalan Yang Ditutup
Dua dari delapan jalur yang akan ditutup adalah sepanjang Jalan Botolempangan ke arah barat. Penutupan ini dimulai dari persimpangan Jalan Thamrin/Jalan Botolempangan hingga persimpangan Jalan Emi Saelan/Jalan Botolempangan. Pengendara diharapkan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan di area ini.
Jalur kedua yang penting untuk diperhatikan adalah sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin ke arah barat. Area ini akan ditutup mulai dari persimpangan Jalan Arief Rate/Jalan Sultan Hasanuddin sampai dengan persimpangan Jalan Pattimura/Jalan Sultan Hasanuddin. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan cermat.
Untuk detail lengkap mengenai delapan ruas jalan yang ditutup, masyarakat dapat memantau informasi terbaru dari media massa dan akun resmi Polrestabes Makassar. Kepatuhan terhadap aturan penutupan jalan ini krusial untuk menciptakan suasana Tahun Baru yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh warga Makassar.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari makassar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari usmtv.id