Aksi warga pecah di Talaud usai dugaan penganiayaan guru oleh oknum TNI AL, Mako Lanal didemo, situasi sempat memanas.
Ketegangan melanda Kabupaten Kepulauan Talaud setelah kabar dugaan penganiayaan terhadap seorang guru mencuat ke publik. Amarah warga pun tak terbendung hingga berujung pada aksi demonstrasi di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) setempat.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menyangkut aparat negara dan keselamatan warga sipil. Berikut kronologi lengkap di Sulawesi Indonesia serta respons pihak berwenang atas kejadian yang mengguncang Talaud tersebut.
Aksi Warga Meledak Usai Dugaan Penganiayaan Guru
Aksi unjuk rasa warga pecah di Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kericuhan dipicu dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru SMK berinisial BS oleh lima oknum anggota TNI AL. Insiden ini menyulut kemarahan masyarakat yang menuntut keadilan.
Demonstrasi yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) awalnya berjalan damai. Namun situasi berubah saat massa dihadang ketika hendak masuk ke area markas. Ketegangan pun tak terelakkan hingga sejumlah fasilitas Mako Lanal mengalami kerusakan, termasuk pagar dan kanopi bagian depan.
Tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, menyebut kemarahan warga merupakan luapan spontan akibat kekecewaan mendalam. Ia mengatakan masyarakat hanya ingin mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban atas peristiwa yang menimpa korban.
Bentrok Pecah, Fasilitas Markas Ikut Rusak
Kericuhan terjadi ketika warga merasa aspirasi mereka tidak direspons. Massa yang terus bertambah akhirnya mendorong pagar markas hingga roboh. Sejumlah bagian teras bangunan juga dilaporkan rusak akibat dorongan massa.
Menurut Godfried, tidak ada rencana anarkis dalam aksi tersebut. Namun, situasi berubah cepat ketika massa merasa dibatasi untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Kondisi itulah yang memicu emosi warga tak terkendali.
Ia menambahkan, selain korban pengeroyokan, terdapat warga lain yang nyaris kehilangan nyawa setelah diduga dilempar ke laut oleh oknum pelaku. Beruntung, korban segera diselamatkan warga sekitar meski tidak bisa berenang.
Baca Juga: Tragedi di Palopo! Kakek Tewas Terjebak Kebakaran Rumah-Toko Mebel
Kronologi Dugaan Pengeroyokan Di Pelabuhan
Peristiwa bermula di Pelabuhan Umum Melonguane pada Kamis malam (22/1/2026). Korban yang tengah berada di sekitar pelabuhan disebut menegur sejumlah oknum TNI AL yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras dan berteriak-teriak.
Teguran tersebut justru berujung pada aksi kekerasan. Korban dilaporkan dikeroyok hingga mengalami luka serius. Kejadian itu memicu kemarahan warga yang kemudian menyebar luas melalui media sosial.
Komando Daerah Angkatan Laut VIII membenarkan adanya insiden tersebut. Dalam keterangannya, pihak TNI AL menyatakan bahwa kejadian dipicu kesalahpahaman yang diperparah oleh konsumsi minuman keras.
TNI AL Janji Tindak Tegas Oknum Terlibat
Menanggapi insiden tersebut, Komandan Kodamar VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan bahwa institusinya tidak akan menoleransi tindakan melanggar hukum oleh prajurit.
Ia memastikan seluruh oknum yang terlibat telah diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga disiplin dan profesionalisme.
Selain itu, pihak TNI AL juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Talaud atas kejadian tersebut. Aparat keamanan kini disiagakan untuk memastikan situasi tetap kondusif, sekaligus menjamin proses hukum berjalan transparan dan adil.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari medialiputan6.com