Pohon tumbang di Palopo menimpa guru dan mahasiswa, 3 korban dilarikan ke rumah sakit, Warga diminta waspada cuaca ekstrem.
Peristiwa dramatis terjadi di Palopo saat sebuah pohon besar tumbang menimpa guru dan mahasiswa. Tiga korban langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara pihak berwenang mengevakuasi area dan menelusuri penyebab insiden.
Kejadian di Sulawesi Indonesia ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap pohon tua atau rapuh di lingkungan padat aktivitas.
Pohon Tumbang Timpa Guru Dan Mahasiswa Di Palopo
Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 15.17 Wita. Peristiwa ini menimpa dua guru asal Dandang, Luwu Utara dan seorang mahasiswa IKJP Palopo.
Ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD Sawerigading untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan warga yang sedang melintas di sekitar lokasi.
Menurut Camat Bara, Dewa Gau, dua korban mengalami luka ringan, sedangkan salah satu guru bernama Winda Lestari mengalami cedera pada kaki kiri sehingga tidak dapat mengangkatnya. Kondisi korban lainnya dilaporkan stabil dan dalam keadaan baik.
Kondisi Lokasi Dan Faktor Penyebab
Pohon yang tumbang menutupi badan jalan dan sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Trans Sulawesi. Arus lalu lintas baru normal kembali sekitar pukul 16.00 Wita setelah evakuasi dilakukan.
Kepala BPBD Palopo, Rachmad, menyebutkan bahwa pohon asam tersebut tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Cuaca ekstrem ini menjadi faktor utama yang membuat pohon tidak mampu bertahan.
Selain menimpa korban, pohon yang tumbang juga berpotensi membahayakan pengendara lain. Pihak BPBD bersama dinas terkait segera mengevakuasi pohon untuk mencegah kecelakaan susulan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Sulut hingga 1 Februari
Tindakan Darurat Dan Evakuasi
Tim BPBD dan petugas kebersihan setempat langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan. Mereka menyingkirkan pohon yang menutupi jalan dan memastikan arus lalu lintas kembali lancar.
Evakuasi korban dilakukan dengan cepat agar korban yang terluka mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin. Tindakan ini juga mencegah kondisi darurat memburuk akibat cuaca yang masih tidak stabil.
Selain itu, pihak rumah sakit RSUD Sawerigading menyiapkan tenaga medis dan peralatan untuk menangani cedera korban, terutama guru yang mengalami cedera kaki. Penanganan medis cepat menjadi fokus utama agar pemulihan lebih efektif.
Imbauan Warga Dan Pencegahan Kejadian Serupa
Pihak BPBD Palopo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat hujan deras dan angin kencang. Warga diminta menghindari pohon besar atau lokasi rawan tumbang ketika cuaca ekstrem melanda.
Masyarakat diingatkan untuk melaporkan pohon yang kondisinya rapuh agar segera ditindaklanjuti. Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya pemangkasan rutin pohon di tepi jalan untuk mengurangi risiko pohon tumbang.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Palopo tentang pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, koordinasi antara BPBD, dinas terkait, dan rumah sakit terbukti efektif menangani bencana secara cepat dan terorganisir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com