Stadion Sudiang Makassar Mulai Dibangun, Tapi Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Besar!

Bagikan

Pembangunan Stadion Sudiang Makassar resmi dimulai, namun cuaca ekstrem menghambat progres, menjadi tantangan besar bagi proyek.

Pembangunan Stadion Sudiang Makassar resmi dimulai

Proyek pembangunan Stadion Sudiang di Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki tahap krusial pembersihan lahan. Stadion berstandar internasional ini digadang menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel. Namun, proses pengerjaan terkendala cuaca ekstrem, hujan lebat yang sering mengguyur Makassar memperlambat kemajuan proyek.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.

Persiapan Lahan Awal Pembangunan

Tahap awal pembangunan Stadion Sudiang difokuskan pada land clearing dan pematangan lahan. Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel KemenPU, Iwan, menjelaskan proses ini sebagai fondasi vital sebelum konstruksi utama dimulai. Pembersihan lahan penting untuk memastikan area proyek siap tahap selanjutnya.

Pembersihan lahan mencakup penyingkiran semak belukar, pohon, dan material lain yang dapat menghalangi proses konstruksi. Setelah area seluas 15 hektare dibersihkan, langkah berikutnya adalah perataan dan pemadatan tanah. Proses ini bertujuan menciptakan permukaan yang stabil dan kokoh sebagai dasar pembangunan stadion.

Selain pembersihan dan pemadatan, area khusus juga sedang disiapkan untuk menampung material stockpile. Lokasi ini akan menjadi tempat penyimpanan bahan-bahan konstruksi seperti pasir, batu, tanah urug, dan besi. Persiapan stockpile yang baik memastikan ketersediaan material saat dibutuhkan, sehingga proses pembangunan berjalan lancar.

Tantangan Cuaca Dan Dampaknya

Meskipun persiapan lahan berjalan, proses pematangan lahan seringkali terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Hujan deras yang kerap melanda Makassar menjadi hambatan serius bagi pekerja di lapangan. Curah hujan tinggi membuat tanah menjadi lembek dan sulit untuk diproses.

Hujan menyebabkan pekerjaan tanah seperti pembersihan lahan, pengurugan, dan pemadatan menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tanah basah dan becek menghambat pergerakan alat berat serta mengurangi efisiensi kerja. Akibatnya, jadwal pengerjaan dapat tertunda, mempengaruhi keseluruhan durasi proyek.

Kondisi cuaca buruk ini memaksa tim proyek untuk melakukan penyesuaian jadwal dan strategi. Mereka harus bekerja dengan lebih hati-hati dan memanfaatkan jeda waktu saat cuaca cerah. Meskipun demikian, tim terus berupaya keras agar proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Polman Berduka, Dua Pemuda Tewas Usai Ngebut di Jalan Raya

Kolaborasi Kontraktor Dan Pembiayaan

 Kolaborasi Kontraktor Dan Pembiayaan

Proyek pembangunan Stadion Sudiang melibatkan kolaborasi antara KemenPU melalui Satker Prasarana Strategis Sulsel dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Penandatanganan kontrak konstruksi telah dilakukan pada tanggal 30 Desember 2025, menandai dimulainya secara resmi proyek berskala internasional ini. PT Waskita Karya menjadi pemenang tender proyek.

Penandatanganan kontrak tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Prasarana Strategis Sulsel dengan Waskita-Adhi KSO. Setelah penandatanganan, proyek kini menunggu proses groundbreaking atau peletakan batu pertama. Ini adalah momen simbolis yang akan menandai dimulainya konstruksi fisik.

Anggaran pembangunan Stadion Sudiang mencapai nilai Rp 647,9 miliar, yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KemenPU. Pendanaan yang besar ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas olahraga bertaraf internasional bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Spesifikasi Stadion Berstandar FIFA

Stadion Sudiang direncanakan memiliki kapasitas penonton sebanyak 27.000 orang. Desain dan fasilitasnya akan mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIFA, organisasi sepak bola internasional. Hal ini menunjukkan ambisi untuk menciptakan stadion yang mampu menyelenggarakan pertandingan berskala global.

Seluruh fasilitas, mulai dari sistem pencahayaan, kualitas rumput lapangan, hingga tribun penonton, akan memenuhi kriteria FIFA. Tribun penonton akan menggunakan desain single seat, memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap pengunjung. Setiap detail dirancang untuk memenuhi standar tertinggi.

Dengan fasilitas berstandar FIFA, Stadion Sudiang diharapkan dapat menjadi venue yang ideal untuk berbagai acara olahraga nasional maupun internasional. Ini tidak hanya akan meningkatkan citra Makassar sebagai kota olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman terbaik bagi para atlet dan penggemar.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:
  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com

Leave a Reply