Empat masjid di Kabupaten Pangkep dibobol maling dalam waktu hanya tiga hari pelaku membawa kabur sound system dan beberapa perlengkapan ibadah.

Warga dan pengurus masjid kini waspada, sementara polisi tengah menyelidiki kasus ini dengan memeriksa CCTV dan saksi mata. Masyarakat diimbau meningkatkan pengawasan, sedangkan pengurus diminta memperkuat keamanan agar aktivitas ibadah kembali aman.Berikut ini Sulawesi Indonesia akan membahas tentang berita terviral dan terbaru.
4 Masjid di Pangkep Dibobol, Sound System Raib dalam 3 Hari
Empat masjid di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi sasaran pencurian dalam kurun waktu hanya tiga hari terakhir. Pelaku diduga membobol pintu dan jendela masjid untuk mengambil barang-barang berharga, khususnya alat pengeras suara (sound system) yang biasa digunakan untuk kegiatan ibadah dan pengajian.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pengurus masjid, karena kehilangan perlengkapan ibadah berdampak pada kenyamanan kegiatan jamaah. Beberapa masjid bahkan sempat menunda kegiatan tertentu karena pengeras suara hilang.
Polisi setempat telah menerima laporan dari pengurus masjid dan langsung melakukan pendataan barang yang hilang serta memeriksa rekaman CCTV dari sekitar lokasi. Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing.
Kronologi Pembobolan Masjid
Menurut keterangan saksi, pembobolan pertama terjadi pada Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Pangkajene pada Senin malam (3/1/2026). Pelaku masuk dengan merusak gembok pintu utama dan membawa kabur pengeras suara serta beberapa mikrofon.
Keesokan harinya, Masjid Nurul Huda dan Masjid Al-Muttaqin di dua kecamatan berbeda mengalami kejadian serupa. Dalam waktu yang hampir bersamaan, pintu dan jendela digeser paksa, dan barang-barang elektronik hilang.
Pada hari ketiga, Masjid At-Taqwa juga dibobol. Aksi pelaku terlihat lebih nekat, karena selain mengambil sound system, kabel listrik dan beberapa perlengkapan kecil lainnya ikut dibawa. Dugaan sementara, pelaku sudah memantau lokasi beberapa hari sebelum melakukan aksinya.
Baca Juga: TNI-Brimob Bentrok Usai Laga Sepak Bola di Buton Selatan
Ibadah Terganggu, Warga Terdampak

Kehilangan pengeras suara membuat kegiatan salat berjamaah dan pengajian di masjid-masjid tersebut terganggu. Pengurus mengaku harus meminjam perangkat dari masjid lain atau meniadakan kegiatan tertentu sementara waktu.
Warga sekitar merasa resah karena aksi pencurian ini tidak hanya merugikan secara materi, tapi juga mengganggu kenyamanan beribadah. Beberapa jamaah mengaku takut keluar malam atau meninggalkan masjid kosong karena khawatir menjadi target berikutnya.
Pengurus masjid juga menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan ronda malam dan memasang sistem keamanan tambahan, termasuk CCTV dan alarm sederhana, agar kejadian serupa tidak terulang. Dukungan dari masyarakat setempat dianggap penting untuk mencegah kriminalitas.
Langkah Polisi dan Peringatan Keamanan
Kapolres Pangkep menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam. Polisi fokus memeriksa CCTV, jejak sidik jari, dan saksi mata yang berada di sekitar masjid saat kejadian.
Selain itu, aparat kepolisian meminta masyarakat untuk segera melaporkan hal mencurigakan dan membantu pengawasan masjid secara bergotong-royong. Sinergi antara warga dan aparat dianggap penting untuk mencegah terulangnya aksi kriminal ini.
Polisi juga mengimbau pengurus masjid untuk memperkuat pengamanan, seperti mengganti gembok yang lebih kokoh, menempatkan relawan saat malam hari, dan mencatat nomor seri alat elektronik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masjid di Pangkep bisa kembali aman dan nyaman untuk kegiatan ibadah jamaah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com