Dari Desa Masalili Ke Mancanegara, Kain Tenun Sitti Erni Tembus Pasar Global

Bagikan

Dari sebuah desa kecil di Muna, Sitti Erni mengabdikan 33 tahun hidupnya untuk menenun hingga karyanya kini dikenal hingga luar negeri.

Dari Desa Masalili Ke Mancanegara, Kain Tenun Sitti Erni Tembus Pasar Global

Seiring berjalannya waktu, ketekunan Sitti Erni dalam menghasilkan kain tenun khas Masalili mulai membuahkan hasil yang membanggakan. Karya-karyanya tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mulai mendapat perhatian di berbagai daerah hingga akhirnya menembus pasar luar negeri. Kini, tenun buatannya telah dikenal di beberapa negara, menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa produk budaya lokal ke panggung internasional. Simak selengkapnya hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Sitti Erni Bawa Kain Masalili Ke Dunia

Sitti Erni, perempuan asal Desa Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, telah menekuni dunia menenun selama lebih dari tiga dekade. Selama 33 tahun, ia setia menjaga tradisi warisan keluarga yang sudah ia pelajari sejak usia 16 tahun.

Bagi Sitti Erni, menenun bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertahankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan orang tuanya secara turun-temurun.

Ketekunan yang ia jalani sejak muda membuat kemampuannya terus berkembang, baik dalam teknik menenun maupun variasi motif kain yang dihasilkan. Dari waktu ke waktu, karya tenunnya semakin dikenal karena kualitas dan keunikan yang tetap mempertahankan ciri khas daerah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Tenun Masalili dengan Ciri Khas Alam

Kain tenun yang dihasilkan Sitti Erni dikenal sebagai Tenun Masalili, yang memiliki karakteristik motif tradisional khas daerah Muna. Motif tersebut dipadukan dengan warna-warna cerah yang berasal dari bahan alami, sehingga menghasilkan tampilan yang unik dan bernilai seni tinggi.

Dalam proses pewarnaan, ia masih menggunakan bahan-bahan alami seperti daun mangga, kulit kayu mahoni, hingga kayu secang. Teknik ini tidak hanya menjaga keaslian warna, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Selain itu, Sitti Erni tetap mempertahankan teknik tradisional bernama “sobi”, yaitu teknik tenun yang membuat motif hanya terlihat di bagian permukaan kain. Teknik ini menjadi salah satu ciri khas utama Tenun Masalili yang membedakannya dari kain tenun daerah lain.

Baca Juga: Bitung Geger! Suara dari Dalam Tanah, Ini Fakta Sebenarnya Menurut BMKG?

Dari Warisan Keluarga Hingga Tembus Pasar Mancanegara

Dari Warisan Keluarga Hingga Tembus Pasar Mancanegara

Perjalanan panjang Sitti Erni dalam dunia tenun tidak terlepas dari dukungan dan warisan keterampilan yang ia dapatkan dari orang tuanya. Sejak remaja, ia sudah terbiasa melihat dan mempelajari proses menenun hingga akhirnya mampu menghasilkan karya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, kain tenun buatannya mulai dikenal luas dan memiliki nilai jual yang beragam. Harga kain Tenun Masalili yang ia produksi berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada tingkat kerumitan motif dan penggunaan bahan pewarna alami.

Menariknya, karya Sitti Erni tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Kain tenunnya pernah dibawa ke berbagai pameran di luar negeri dan dikenal di negara seperti Jepang, Rusia, hingga Prancis.

Karya Tenun Masalili Jadi Kebanggaan Daerah

Nama Sitti Erni semakin dikenal setelah salah satu karyanya pernah dikenakan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia dalam sebuah acara kenegaraan. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya sekaligus mengangkat nama Tenun Masalili ke tingkat nasional.

Selain itu, karya-karyanya juga sering digunakan oleh desainer nasional dalam berbagai peragaan busana. Hal ini semakin memperkuat posisi Tenun Masalili sebagai salah satu produk budaya unggulan dari Sulawesi Tenggara yang memiliki daya saing tinggi.

Meski belum pernah secara langsung mengunjungi luar negeri, Sitti Erni tetap bangga karena hasil karyanya sudah dikenal hingga mancanegara. Ia berharap generasi muda tetap melestarikan tradisi menenun agar warisan budaya ini tidak hilang di tengah perkembangan zaman.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari www.detik.com

Leave a Reply