Banjir Dan Angin Kencang Terjang Makassar, Warga Biringkanaya Mengungsi

Bagikan

Banjir disertai angin kencang melanda Makassar, memaksa ratusan warga Biringkanaya meninggalkan rumah dan mengungsi sementara.

Banjir disertai angin kencang melanda Makassar

Makassar diterpa bencana ganda, banjir dan angin kencang, menyebabkan kekacauan di berbagai wilayah. Kecamatan Biringkanaya terparah, ratusan warga mengungsi karena permukiman terendam. Bencana juga memicu pohon tumbang di banyak lokasi, menambah kerusakan dan mengganggu aktivitas warga.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.

Ratusan Warga Biringkanaya Terpaksa Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melaporkan dampak signifikan dari bencana banjir yang melanda Kecamatan Biringkanaya. Sebanyak 356 warga dari 97 Kepala Keluarga (KK) kini harus mengungsi akibat rumah mereka terendam air. Kondisi ini memaksa mereka mencari perlindungan di lima titik lokasi pengungsian yang telah disediakan.

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan pada Minggu (11/1/2026), bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama genangan dan dampak lanjutan di wilayah Biringkanaya. Ketinggian air yang terus meningkat membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain dievakuasi hingga situasi kembali normal dan aman untuk ditinggali.

Penanganan pengungsi dilakukan melalui sinergi antara BPBD Kota Makassar dan Dinas Sosial Kota Makassar. Kolaborasi ini memastikan penyediaan dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk logistik dan layanan sosial, dapat terpenuhi dengan baik. Upaya maksimal terus dilakukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Sinergi Lintas Sektor Tangani Bencana

Berbagai pihak turut serta dalam penanganan dampak bencana ini. Dinas Kesehatan Makassar memberikan layanan kesehatan serta memantau kondisi para pengungsi, memastikan mereka tetap sehat di tengah situasi darurat. Penanganan kesehatan ini krusial untuk mencegah timbulnya penyakit di lokasi pengungsian.

Damkarmat, Dinas PU, DLH, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan juga berperan aktif dalam mendukung upaya penanggulangan. Mereka bertugas mengamankan lokasi, melancarkan akses jalan yang terhambat, serta mengendalikan kondisi lingkungan di area pengungsian. Koordinasi ini penting untuk penanganan yang efektif.

Fadli Tahar menegaskan bahwa BPBD Kota Makassar terus melakukan pemantauan lapangan dan meningkatkan kesiapsiagaan personel. Penguatan koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan berfokus pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat terdampak.

Baca Juga: Makassar Terkapar Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang dan Atap Roboh

Angin Kencang Picu Puluhan Pohon Tumbang

 Angin Kencang Picu Puluhan Pohon Tumbang​

Selain banjir, Makassar juga dilanda angin kencang yang menyebabkan kerusakan signifikan. BPBD Makassar melaporkan bahwa angin kencang ini mengakibatkan pohon tumbang di 29 lokasi berbeda di seluruh kota. Insiden ini menambah kompleksitas masalah yang harus ditangani oleh pemerintah dan tim SAR.

Dampak dari pohon tumbang ini tidak hanya mengganggu akses jalan di sejumlah ruas dan kawasan permukiman warga. Satu unit rumah warga bahkan dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang, menunjukkan betapa destruktifnya kekuatan angin pada saat itu.

Personel gabungan yang terdiri dari unsur Pemkot Makassar hingga aparat TNI dan Polri segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi pohon tumbang. Berkat respons cepat ini, akses jalan yang sempat terhambat kini sudah kembali normal. Hingga saat ini, Fadli memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian angin kencang tersebut.

Banjir Akibat Luapan Sungai Biring Je’ne

Banjir yang melanda wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, pada Sabtu (10/1) sore, diduga kuat dipicu oleh meluapnya Sungai Biring Je’ne. Lokasi sungai ini berbatasan langsung dengan Makassar dan Maros, menjadikannya jalur utama aliran air yang vital bagi kedua wilayah tersebut.

Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin, setelah meninjau lokasi banjir di Perumahan Kodam III, Kelurahan Katimbang, menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh terganggunya alur aliran air. Akibatnya, genangan tidak dapat mengalir dengan baik dan menyebabkan penumpukan air yang signifikan di permukiman.

Appi menganggap Sungai Biring Je’ne sebagai sungai strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana jika tidak dikelola dengan baik. Pemkot Makassar berencana melakukan identifikasi menyeluruh terhadap jalur aliran air, mulai dari hulu hingga ke titik pembuangan akhir, untuk mengatasi masalah ini secara permanen.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:
  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari rri.co.id

Leave a Reply