Kades Luwu Jadi Sasaran Bom Molotov, Diduga Akibat Konflik Pemuda Antardesa

Bagikan

Rumah Kades Luwu diserang bom molotov, diduga buntut konflik pemuda antardesa, Polisi terus menyelidiki dan jaga situasi.

Kades Luwu Jadi Sasaran Bom Molotov, Diduga Akibat Konflik Pemuda Antardesa

Ketegangan antardesa di Luwu memuncak. Rumah seorang kepala desa jadi sasaran bom molotov, menimbulkan kepanikan warga. Simak kronologi di dan upaya aparat mengamankan lokasi.

Tawuran Antardesa Picu Penyerangan Rumah Kades Luwu

Kasus penyerangan bom molotov terhadap rumah Kepala Desa Padang Kalua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diduga berakar dari konflik tawuran antardesa. Tawuran sebelumnya melibatkan pemuda Desa Padang Kalua dan Desa Barowa melawan pemuda Desa Tanarigella.

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, menyebut insiden ini merupakan rentetan dari ketegangan sebelumnya. Penyerangan dilakukan saat aparat keamanan sedang beristirahat, memanfaatkan kesempatan untuk menyerang.

Para pelaku datang berteriak dan menantang warga setempat sebelum melemparkan bom molotov ke rumah Kades. Saksi mendengar teriakan ‘keluarko kalau tidak saya bakar rumah kepala desamu’,  jelas Yakobus.

Kronologi Penyerangan Bom Molotov

Penyerangan terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 03.30 Wita. Kepala Desa Padang Kalua, Umi, menjelaskan rumahnya dilempari bom molotov dan batu.

Bagian depan rumah sempat terbakar, namun cepat dipadamkan anak-anak tetangga yang berada di lokasi. Kades Umi saat kejadian sedang berada di Jakarta, sementara anak-anaknya yang masih berusia SMA dan SD berada di rumah.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski sempat menimbulkan ketakutan di kalangan warga sekitar. Bom molotov dan batu menyebabkan kaca rumah pecah serta lantai depan rumah terbakar.

Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Narkoba di Toraja, Empat Orang Ditangkap

Upaya Polisi Dan Aparat Keamanan

Upaya Polisi Dan Aparat Keamanan 700

Personel gabungan Polres, Polsek, dan Brimob yang sebelumnya berjaga di lokasi kini meningkatkan pengawasan. Mereka melakukan patroli rutin untuk mencegah kelompok pemuda menyerang kembali. Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV, sisa bom molotov, dan keterangan saksi mata.

Analisis bukti ini diharapkan memudahkan proses penyelidikan sekaligus mengidentifikasi para pelaku secara pasti. Aparat menegaskan tidak akan menoleransi perbuatan kekerasan, termasuk yang bermotif perselisihan antardesa. Proses hukum akan terus berjalan agar pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya.

Polisi mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi. Warga juga diminta membantu aparat dengan memberikan informasi terkait siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut. Keamanan di Desa Padang Kalua kini diperketat, dengan pos polisi tambahan dan patroli malam.

Dampak Penyerangan Dan Tindakan Warga

Akibat penyerangan, warga setempat mengalami kepanikan. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan fisik rumah menjadi perhatian serius. Banyak warga khawatir eskalasi konflik semakin meluas.

Anak-anak yang berada di rumah Kades saat kejadian mengalami trauma ringan, sementara tetangga aktif membantu memadamkan api dan menenangkan situasi. Insiden ini menunjukkan pentingnya koordinasi antarwarga dan aparat keamanan.

Penanganan cepat oleh warga mencegah dampak lebih luas, sekaligus memberi waktu bagi polisi untuk menindak tegas pelaku. Pihak desa dan kepolisian kini merancang langkah preventif, termasuk sosialisasi penanganan konflik serta patroli rutin di wilayah rawan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari sinarmerdeka.co

Leave a Reply