Seorang pencuri di Kendari ditembak aparat kepolisian setelah mengancam petugas dengan parang, tindakan polisi, dan reaksi masyarakat.
Kendari digemparkan oleh aksi nekat seorang pencuri yang nekat mengancam polisi dengan parang saat hendak ditangkap. Peristiwa ini terjadi di kawasan pusat kota dan menjadi viral di media sosial karena menunjukkan keberanian aparat dalam menghadapi pelaku kriminal yang berbahaya.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.
Kronologi Penangkapan di Kendari
Kejadian bermula saat aparat kepolisian mendapatkan laporan adanya aksi pencurian di kawasan perumahan Kendari. Polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan patroli dan pengejaran terhadap pelaku. Saat berhasil dihentikan, pelaku justru mengeluarkan parang dan mengancam petugas, membuat situasi menjadi sangat tegang.
Petugas pun memberi peringatan beberapa kali agar pelaku menurunkan senjata, namun ia tetap melawan. Dalam kondisi darurat dan membahayakan keselamatan polisi serta warga sekitar, aparat akhirnya menembak pelaku untuk melumpuhkan. Pelaku terkena tembakan di bagian kaki dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Warga yang berada di lokasi sempat panik melihat aksi kejar-kejaran dan tembakan. Banyak yang merekam insiden tersebut dan menyebarkannya di media sosial, sehingga video ini menjadi viral dalam hitungan jam.
Identitas Pelaku dan Motif Kejahatan
Pelaku diketahui berinisial R, berusia sekitar 28 tahun, dan sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian di Kendari. Polisi menemukan bahwa R membawa beberapa barang hasil curian ketika ditangkap. Sementara motifnya masih diselidiki, dugaan sementara adalah tindakan kriminal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau faktor ekonomi.
Menurut keterangan warga, R dikenal sebagai sosok yang sering membuat resah karena kebiasaannya melakukan pencurian dan bertindak agresif. “Dia memang berani dan sering membuat warga takut. Untung polisi cepat datang,” ujar salah seorang saksi.
Keluarga pelaku juga menyatakan penyesalan dan berharap pelaku segera mendapat pengobatan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Polisi menegaskan akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Di Sulawesi Selatan Jumat 23 Januari 2026
Respons Polisi dan Tindakan Tegas
Polisi di Kendari menekankan bahwa tindakan menembak merupakan langkah terakhir yang diambil karena nyawa petugas dan warga terancam. “Kami sudah memberikan peringatan berkali-kali, tetapi pelaku tetap mengancam dengan senjata tajam,” jelas Kapolres Kendari.
Tindakan ini mendapat dukungan dari masyarakat, yang menilai bahwa aparat tidak bisa membiarkan kriminalitas membahayakan orang lain. Polisi juga melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan pihak keluarga pelaku agar perawatan medis berjalan dengan lancar.
Selain itu, kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan rawan kejahatan untuk mencegah insiden serupa. Langkah ini dianggap efektif menenangkan warga yang sempat merasa takut setelah melihat aksi penyerangan terhadap polisi.
Dampak Sosial dan Psikologis
Insiden ini meninggalkan dampak psikologis baik bagi warga sekitar maupun korban lainnya. Banyak warga merasa trauma karena menyaksikan langsung aksi kriminal bersenjata di lingkungan mereka. Psikolog lokal menyarankan agar korban dan saksi mendapatkan pendampingan untuk mengurangi efek stres pasca-trauma.
Lingkungan sekitar juga mengalami perubahan perilaku, seperti lebih waspada saat beraktivitas di malam hari atau saat keluar rumah. Komunitas warga pun mulai membentuk sistem ronda dan patroli mandiri untuk meningkatkan keamanan lingkungan.
Selain itu, masyarakat mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum, serta menghindari perbuatan kriminal yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan Penting Bagi Masyarakat
Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa ancaman senjata tajam dan aksi kriminal tidak bisa diabaikan. Setiap warga dihimbau untuk segera melapor ke aparat keamanan ketika menemukan tindakan mencurigakan, daripada mengambil risiko menghadapi pelaku sendiri.
Polisi juga menegaskan pentingnya kontrol diri bagi semua pihak. Pelaku yang nekat mengancam petugas harus siap menghadapi konsekuensi hukum, termasuk risiko tembakan sebagai tindakan pertahanan diri. Kesadaran dan kerjasama masyarakat dengan aparat keamanan menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh warga Kendari dan Indonesia, bahwa keselamatan publik harus selalu menjadi prioritas, dan tindak kriminal akan mendapat respons tegas dari aparat hukum.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikcom
- Gambar Kedua dari detikNews