Pria di Sigi tewas tragis setelah ditelan ular piton sepanjang 5 meter saat istirahat di kebun, menimbulkan duka mendalam di desa.
Peristiwa mengerikan terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah, ketika seorang pria kehilangan nyawa setelah diserang dan ditelan ular piton raksasa sepanjang lima meter saat sedang beristirahat di kebunnya. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar Sulawesi Indonesia dan menjadi peringatan akan bahaya satwa liar yang mendekati pemukiman.
Tragis, Pria Di Sigi Tewas Diserang Ular Piton Raksasa
Seorang pria berinisial MS (34) meninggal dunia setelah diterkam ular piton sepanjang 5 meter saat beristirahat di kebunnya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sebagian tubuh korban telah masuk ke mulut ular ketika ditemukan warga.
Kepala Desa Bangga, Abrar Ganasatu, menjelaskan korban pergi ke kebun sendirian untuk beristirahat dan menyiapkan makan sore. Tiba-tiba, ular piton menyerang dan menggigit bagian kepala korban dengan cepat.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan. Saat ditemukan, tubuh MS sudah sebagian ditelan ular, menimbulkan shock bagi warga yang berada di sekitar lokasi.
Aksi Heroik Keluarga Dan Evakuasi Korban
Setelah mengetahui kejadian, ayah korban bertindak cepat menebas tubuh ular untuk menyelamatkan MS. Warga kemudian mengevakuasi korban secara manual dengan mengikat tubuhnya menggunakan pakaian agar bisa dibawa ke tempat aman.
Kepala Desa Abrar menambahkan bahwa wilayah Desa Bangga memiliki banyak pekebun yang beraktivitas di pegunungan. Kondisi ini sering menempatkan warga dalam kontak langsung dengan satwa liar, termasuk ular piton yang ukurannya besar.
Dari informasi yang dikumpulkan, kasus serangan ular sebelumnya juga pernah terjadi. Tahun lalu, ada warga yang sempat dililit piton, namun berhasil selamat karena bantuan teman. Kejadian MS kali ini menjadi sorotan karena viral di media sosial.
Baca Juga: Pohon Tumbang Di Palopo, Guru Dan Mahasiswa Terluka, 3 Dibawa ke RS
Ular Piton Dibunuh, Aparat Pastikan Penyebab Kematian
Ular piton yang menyerang MS kini telah dibunuh dan diamankan oleh aparat kepolisian setempat. Warga Desa Bangga menegaskan, kematian MS benar-benar akibat serangan ular, bukan faktor lain seperti yang sempat beredar di media sosial.
Abrar menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang berkebun atau berada di area rawan satwa liar. Desa Bangga sendiri masuk wilayah pegunungan, sehingga potensi interaksi dengan ular piton sangat tinggi, terutama pada sore hari saat aktivitas berkebun meningkat.
Pihak kepolisian juga memberikan imbauan agar masyarakat melaporkan jika ada ular besar yang terlihat di area pemukiman atau kebun. Langkah ini diharapkan bisa mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Peringatan Bagi Warga Dan Upaya Pencegahan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Desa Bangga dan daerah pegunungan lain untuk selalu berhati-hati. Aktivitas di kebun sebaiknya dilakukan bersama, bukan sendirian, agar ada pertolongan saat terjadi insiden berbahaya.
Selain itu, warga diimbau untuk menyiapkan peralatan evakuasi darurat dan memantau lingkungan sekitar saat berkebun. Kewaspadaan terhadap satwa liar, terutama ular piton, menjadi hal penting agar keselamatan terjaga.
Kejadian tragis ini menunjukkan risiko nyata bekerja di wilayah rawan satwa liar. Aparat desa, kepolisian, dan warga diharapkan terus berkoordinasi untuk mengurangi potensi bahaya dan menjaga keamanan komunitas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com