Tragedi Laut Barru! Nelayan Ditemukan Tewas Di Atas Perahu Saat Usai Melaut

Bagikan

Dunia nelayan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, diselimuti duka mendalam, setelah seorang nelayan ditemukan tewas di atas perahunya.

Tragedi Laut Barru! Nelayan Ditemukan Tewas Di Atas Perahu Saat Usai Melaut

​Seorang nelayan berusia 61 tahun bernama Azikin ditemukan meninggal dunia di atas perahunya, saat dalam perjalanan pulang melaut.​

Berikut ini, akan menyisakan tanda tanya dan kekhawatiran di tengah masyarakat pesisir.

Misteri Kematian Azikin, Sebuah Penemuan Tragis Di Perairan Cilellang

Peristiwa memilukan ini terjadi di perairan Cilellang Selatan, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, pada Minggu (2/2) sekitar pukul 04.25 Wita. Azikin ditemukan setelah perahunya terlihat terapung-apung tak terkendali, sekitar 20 meter dari bibir pantai. Penemuan ini segera menarik perhatian warga setempat.

Kapolsek Mallusetasi, Iptu Muhammad Tang, menjelaskan bahwa warga sekitar yang pertama kali melihat perahu Azikin yang mencurigakan. Mereka kemudian memanggil masyarakat lain untuk membantu mengevakuasi korban. Keadaan korban saat ditemukan menimbulkan dugaan kuat bahwa ia meninggal dalam perjalanan pulang dari melaut.

Azikin diketahui berangkat melaut sejak Sabtu (31/1) malam, menjalankan rutinitas hariannya sebagai nelayan. Penemuan tubuhnya di atas perahu mengindikasikan bahwa kematian terjadi saat ia sudah berada di perjalanan kembali ke daratan, bukan karena tenggelam atau kecelakaan di laut.

Kondisi Korban Dan Proses Evakuasi, Tidak Ada Tanda Kekerasan

Iptu Muhammad Tang memastikan bahwa Azikin tidak tenggelam. Saat dievakuasi, tubuhnya masih berada di atas perahu, meskipun kepalanya terjuntai ke arah laut. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kematiannya bukan disebabkan oleh insiden tenggelam.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Azikin dalam kondisi sehat walafiat saat meninggalkan rumah untuk melaut. Istrinya mengonfirmasi bahwa tidak ada keluhan kesehatan yang berarti dari suaminya sebelum berangkat. Informasi ini menjadi penting dalam penyelidikan awal.

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah Azikin dan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Setelah diperiksa bagus ini, tidak ada tanda-tanda (kekerasan). Sebenarnya dia sehat waktu pergi melaut, kata istrinya sehat,” tutur Muhammad Tang. Ini mengarahkan penyelidikan ke arah penyebab alami.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis Di Kendari, Bocah Perempuan Jadi Korban Tabrak Lari Alat Berat

Kondisi Cuaca Dan Penyelidikan Lanjutan, Mencari Titik Terang

Kondisi Cuaca Dan Penyelidikan Lanjutan, Mencari Titik Terang

Saat penemuan, kondisi cuaca di laut dilaporkan cukup bagus. Hal ini membuat dugaan penyebab kematian akibat cuaca buruk atau gelombang tinggi menjadi kurang relevan. “Cuaca laut bagus saat ditemukan. Untuk penyebabnya belum diketahui. Kami masih selidiki,” jelas Muhammad Tang.

Jenazah Azikin kini telah disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Cilellang Selatan. Keluarga dan kerabat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok nelayan yang telah berpulang. Rasa kehilangan mendalam menyelimuti suasana.

Pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian Azikin. Hasil penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga dan masyarakat mengenai tragedi yang menimpa nelayan tersebut. Setiap detail kecil akan menjadi petunjuk penting.

Imbauan Keselamatan Nelayan, Waspada Terhadap Perubahan Cuaca

Meskipun cuaca saat penemuan korban dilaporkan baik, Iptu Muhammad Tang mengimbau warga dan nelayan untuk senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca laut. Kondisi maritim dapat berubah dengan cepat dan tak terduga, berpotensi menimbulkan bahaya.

Beliau meminta agar para nelayan mempertimbangkan untuk menunda melaut apabila kondisi cuaca memburuk atau angin kencang. Keselamatan adalah prioritas utama, dan menunda perjalanan demi keamanan pribadi jauh lebih bijaksana daripada mengambil risiko.

“Untuk sementara mengenai cuaca sekarang agak angin kencang, jadi untuk melaut tolong ditunda dulu, tunggu cuaca yang bagus,” pungkasnya. Imbauan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh komunitas nelayan di Barru untuk selalu mengutamakan kewaspadaan demi menjaga diri.

Jangan lewatkan update berita seputar serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com

Leave a Reply