Gempa berkekuatan M 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, disusul 484 gempa susulan hingga siang hari.
BMKG menyatakan bahwa aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih terus berlangsung pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6. Meski demikian, hasil pemantauan dan analisis menunjukkan bahwa rangkaian gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk tetap tenang. Simak selengkapnya hanya di Sulawesi Indonesia.
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi. Getaran kuat tersebut dirasakan di berbagai daerah, termasuk Bitung, Ternate, hingga wilayah sekitarnya. Kejadian ini sontak membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menurut catatan awal, gempa utama terjadi di wilayah perairan dekat Pulau Batang Dua. Guncangan terasa cukup kuat dan berlangsung beberapa detik, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami getaran signifikan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar akibat gempa utama tersebut.
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang segera memantau aktivitas seismik lanjutan. Masyarakat pun diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
484 Gempa Susulan Tercatat BMKG
Hingga siang hari, BMKG mencatat sebanyak 484 gempa susulan terjadi setelah gempa utama M 7,6. Data tersebut terus diperbarui seiring aktivitas seismik yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Gempa susulan ini memiliki kekuatan yang bervariasi, mulai dari yang kecil hingga cukup terasa oleh warga.
Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 5,8, sementara yang terkecil hanya sekitar 1,7 magnitudo. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kondisi kerak bumi di wilayah tersebut masih belum stabil pascagempa besar yang terjadi sebelumnya.
BMKG menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan bagian dari proses alamiah setelah gempa utama. Biasanya, frekuensi gempa akan menurun seiring waktu, meskipun potensi getaran susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Viral! Antrean Panjang Di SPBU Perintis Makassar, Truk Dan Bus Kuasai Semua Pom
Penyebab Dan Karakteristik Gempa
BMKG menyebutkan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki tipe pergerakan naik atau thrust fault. Jenis gempa ini umum terjadi di wilayah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi seperti Sulawesi dan Maluku.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal. Gempa dangkal biasanya memiliki dampak getaran yang lebih terasa di permukaan meskipun tidak selalu menimbulkan kerusakan besar.
Meski aktivitas cukup tinggi, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang sebelumnya sempat khawatir akan dampak lanjutan dari gempa besar tersebut.
Dampak Dan Imbauan kepada Warga
Gempa yang terjadi dan ratusan gempa susulan telah menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah terdampak. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, terutama di area terbuka yang jauh dari bangunan tinggi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya kerusakan ringan pada sejumlah rumah dan fasilitas umum. Selain itu, beberapa warga juga mengalami luka ringan akibat kepanikan saat evakuasi berlangsung. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan penanganan darurat di lapangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu mengikuti arahan resmi dari instansi terkait. Warga juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com