Amal Said Dosen UIM Meludahi Kasir Kasus Viral Dan Picu Debat Etika

Bagikan

Amal Said, dosen Universitas Islam Makassar, meludahi kasir swalayan hingga videonya viral dan memicu perdebatan luas soal etika publik.

Amal Said Dosen UIM Meludahi Kasir Kasus Viral Dan Picu Debat Etika

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di swalayan Makassar, melibatkan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) yang meludahi kasir. Kasus ini viral di media sosial, memicu sorotan publik dan perdebatan etika di ruang publik. Pihak dosen berharap penyelesaian kekeluargaan, sementara korban mengalami trauma.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.

Dosen UIM Berharap Damai

Amal Said, dosen UIM yang terlibat dalam insiden meludahi kasir swalayan, menyatakan harapannya agar kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Ia mengungkapkan bahwa sudah ada komunikasi antara pihak kepolisian, kampus, dan swalayan untuk mencari jalan keluar tanpa melibatkan proses hukum yang berlarut-larut. Amal tidak menginginkan peristiwa yang viral ini berlanjut ke meja hijau.

Meskipun telah dihubungi oleh pihak kepolisian pasca laporan korban ke Polsek Tamalanrea, Amal menyatakan kesiapannya untuk mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, ia sangat berharap adanya ruang untuk klarifikasi dan mediasi dari kedua belah pihak. Baginya, penyelesaian secara damai adalah prioritas, meski ia juga siap menghadapi konsekuensi jika proses hukum tetap berlanjut.

Amal juga menyadari bahwa tindakannya tersebut, meskipun dipicu oleh emosi, secara etika adalah keliru. Ia dijadwalkan akan menghadiri panggilan dari pihak universitas pada awal pekan depan untuk memberikan penjelasan resmi mengenai insiden tersebut. Ini menunjukkan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Klarifikasi Dosen Amal Said

Amal membantah narasi yang menyebut dirinya sengaja menerobos antrean. Menurut penjelasannya, ia hanya berpindah ke meja kasir yang sedang kosong karena antrean sebelumnya cukup panjang. Ia merasa tersinggung saat ditegur oleh staf swalayan, yang kemudian memicu respons emosionalnya.

Terkait tudingan meludahi wajah kasir, Amal juga memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa ludah tersebut mengenai bagian pakaian korban di area perut, bukan tepat di area wajah, meskipun ada kemungkinan sedikit mengenai muka. Pengakuan ini mencoba meluruskan persepsi yang terbentuk dari video viral tersebut.

Meskipun merasa memiliki alasan di balik emosinya, Amal mengakui bahwa tindakannya meludahi orang lain adalah salah. “Saya sadar itu (tindakan meludah) memang tidak benar kalau begitu sama orang. Tapi, itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi,” ungkapnya, mencoba menjelaskan perspektifnya.

Baca Juga: Polisi Tertibkan Balap Liar di Jalan Kumala Makassar, 3 Kendaraan Disita

Proses Hukum Dan Reaksi Korban

Proses Hukum Dan Reaksi Korban​

Kasir swalayan yang menjadi korban ludahan, berinisial N, melaporkan insiden ini ke Polsek Tamalanrea. Laporan ini dilayangkan setelah keluarga N menyatakan keberatan dengan sikap dosen tersebut. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi adanya laporan dan sedang melakukan penyelidikan.

Menurut kesaksian N, perbuatan oknum dosen itu menyebabkan dirinya mengalami trauma. “Syok. Saya langsung lari naik ke WC cuci muka. Karena kena mukaku itu ludahnya,” kata N, menggambarkan betapa mendalamnya dampak psikologis yang ia alami akibat kejadian tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Tamalanrea saat ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta dan bukti-bukti terkait insiden. Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, telah mengkonfirmasi bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh aparat kepolisian.

Tanggapan Kampus Dan Harapan Publik

Universitas Islam Makassar (UIM) telah menjadwalkan proses internal melalui sidang Komisi Disiplin pada Senin (29/12). Amal berharap masyarakat dapat menilai kasus ini secara objektif dan berimbang, mempertimbangkan kedua belah pihak. Ia merasa ada “aksi pendahuluan” yang mendorongnya untuk bereaksi.

Insiden ini terjadi pada Rabu (24/12) sekitar pukul 11.30 Wita di swalayan Jalan Perintis Kemerdekaan. Publik menantikan hasil sidang disiplin dari kampus dan perkembangan penyelidikan polisi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keadilan dalam kasus ini.

Penyelesaian yang diharapkan secara kekeluargaan akan menjadi tantangan tersendiri, mengingat trauma yang dialami korban. Keseimbangan antara keadilan bagi korban dan kesempatan untuk mediasi bagi pelaku menjadi fokus utama dalam penyelesaian kasus viral ini.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:
  • Gambar Utama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari beritasatu.com

Leave a Reply