Menko Zulhas Pastikan! MBG Selama Ramadan, Makanan Kering Dibagikan Usai Sekolah

Bagikan

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, membawa serta penyesuaian dalam berbagai lini kehidupan, termasuk program pemerintah yang penting. ​

Menko Zulhas Pastikan! MBG Selama Ramadan, Makanan Kering Dibagikan Usai Sekolah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan.​ Namun, akan ada inovasi signifikan dalam skema pembagiannya, khususnya bagi siswa beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Berikut ini, akan menyoroti penyesuaian yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan program sambil menghormati kekhususan bulan Ramadhan, menjaga agar manfaat gizi tetap diterima oleh seluruh penerima program.

Skema Baru MBG Selama Ramadhan, Makanan Kering Untuk Siswa Berpuasa

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Namun, khusus bagi siswa beragama Islam yang berpuasa, makanan akan diberikan dalam bentuk kering. Penyesuaian ini bertujuan agar siswa dapat membawa pulang dan mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka puasa di rumah, sesuai dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Zulhas menjelaskan bahwa makanan kering akan dibagikan kepada siswa pada waktu pulang sekolah. Contoh makanan yang akan diberikan meliputi telur rebus, susu, roti, dan kurma. Jenis makanan ini dipilih karena sifatnya yang kering dan tahan lama, sehingga tetap layak dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan, mendukung kebutuhan gizi saat berbuka puasa.

Perubahan skema ini hanya berlaku untuk sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam. Sementara itu, untuk daerah atau sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, seperti di Nusa Tenggara Timur atau Papua, program MBG akan tetap berjalan seperti biasa dengan menu harian yang umum. Fleksibilitas ini memastikan program tetap inklusif dan relevan dengan konteks lokal.

Penyesuaian Waktu Dan Penerima Manfaat Lain

Selain siswa sekolah, program MBG juga menjangkau pondok pesantren. Untuk lembaga pendidikan keagamaan ini, waktu pembagian makanan akan bergeser. Jika biasanya makanan diberikan pada siang hari, selama Ramadhan, pembagian akan disesuaikan dengan waktu berbuka puasa. Penyesuaian ini memastikan makanan dapat langsung dinikmati saat santapan berbuka.

Zulhas juga menekankan bahwa program MBG tidak hanya terbatas pada siswa. Ibu hamil dan balita akan tetap menjadi penerima manfaat prioritas tanpa perubahan skapan atau menu. Ini menunjukkan komitmen program untuk mendukung kelompok rentan dalam masyarakat, memastikan kebutuhan gizi vital mereka tetap terpenuhi selama Ramadhan.

Bahkan, program MBG akan tetap berjalan meskipun ada libur sekolah. Hal ini menegaskan bahwa komitmen terhadap gizi masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Dengan demikian, keberlangsungan penyediaan makanan bergizi tidak terhenti oleh jadwal pendidikan formal, menjamin konsistensi dukungan nutrisi.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Gelombang Laut Capai 4 Meter di Perairan Sulawesi 8 Februari

Kualitas Dan Keamanan Menu Terjamin

Kualitas Dan Keamanan Menu Terjamin

Dalam kunjungannya ke Makassar, Zulhas memantau langsung proses produksi dan distribusi MBG. Ia mengklaim bahwa pelaksanaan program di Sulawesi Selatan berjalan aman dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Peninjauan ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek program, dari persiapan hingga distribusi, berjalan sesuai standar.

Menurut Zulhas, menu MBG di Sulawesi Selatan telah memenuhi syarat gizi yang baik. Hal ini didukung oleh keberadaan ahli gizi di setiap Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG), yang memastikan menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Keterlibatan ahli gizi menjamin bahwa setiap porsi makanan dirancang untuk pertumbuhan optimal anak.

Setiap menu yang diberikan kepada pelajar dipastikan mengandung protein, karbohidrat, dan serat yang seimbang. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menambahkan bahwa makanan MBG dirancang memiliki daya tahan hingga 12 jam. Ini memastikan makanan tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa, bahkan jika dibagikan di pagi hari.

Komitmen Berkelanjutan Untuk Gizi Masyarakat

Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh penerima manfaat MBG, termasuk pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, akan tetap mendapatkan bantuan gizi ini. Meskipun terdapat perubahan skema penyaluran selama bulan puasa, komitmen untuk menjangkau semua target tidak berubah. Fleksibilitas mekanisme distribusi menunjukkan adaptabilitas program.

Bagi daerah yang tidak berpuasa, mekanisme penyaluran MBG akan berlangsung normal seperti hari biasa. Namun, untuk daerah yang mayoritas penduduknya berpuasa, makanan siap santap akan dibagikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Pendekatan yang disesuaikan ini memastikan efektivitas program di berbagai wilayah.

Program MBG tetap menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi. Penyesuaian selama Ramadhan menunjukkan komitmen untuk beradaptasi dengan kondisi lokal dan nilai-nilai keagamaan, sambil tetap menjaga kualitas dan manfaat program. Inovasi ini menjadi bukti bahwa gizi masyarakat adalah fokus utama yang tidak terkompromikan.

Ikuti terus rangkuman informasi menarik dan akurat tentang Sulawesi yang memperluas pengetahuan Anda di .


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Utama dari metrotvnews.com

Leave a Reply