Ngeri! Angin Puting Beliung Hantam Bone, Puluhan Warga Panik, Begini Penampakannya!

Bagikan

Angin puting beliung tiba-tiba menghantam Bone, memicu kepanikan puluhan warga dan meninggalkan kerusakan di permukiman.

Ngeri! Angin Puting Beliung Hantam Bone, Puluhan Warga Panik, Begini Penampakannya!

Kengerian melanda Kecamatan Sibulue, Bone, Sulawesi Selatan, Senin siang. Angin puting beliung tiba-tiba menerjang permukiman, meninggalkan kerusakan dan kepanikan. Insiden ini mengingatkan betapa rentannya masyarakat terhadap fenomena alam di tengah cuaca ekstrem. Pihak berwenang segera mendata kerugian dan menyalurkan bantuan kepada korban.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sulawesi Indonesia.

Detik-Detik Mencekam Puting Beliung di Sibulue

Senin (22/12/2025) pukul 13.17 Wita, langit di Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue, Bone, mendadak gelap. Angin kencang berputar membentuk pusaran raksasa menuju permukiman padat. Suara gemuruh dan deru angin memekakkan telinga membuat warga panik berlarian mencari perlindungan.

Menurut kesaksian warga setempat, angin puting beliung itu datang dari arah pantai, tepatnya dari pesisir Pattiro Bajo. Dalam sekejap mata, pusaran angin dahsyat tersebut menerjang rumah-rumah warga dan sebuah fasilitas pendidikan. Pemandangan mengerikan atap-atap rumah dan sekolah yang beterbangan menjadi saksi bisu kekuatan alam yang tak terbendung.

Video berdurasi 41 detik yang beredar luas menunjukkan momen-momen mencekam saat angin puting beliung menghantam. Pagar seng dan atap rumah warga terlihat melayang di udara, diikuti dengan sapuan angin yang sama ke arah SDN 218 Maroanging. Sekolah itu menjadi sasaran berikutnya, dengan atap seng kelas 4, 5, dan 6 terlepas dan berserakan.

Kerugian Material Yang Ditinggalkan Bencana

Pasca-terjangan puting beliung, dampak kerusakan mulai terlihat jelas. Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Bone, Muh Nur Fajar, melaporkan bahwa setidaknya empat rumah warga mengalami kerusakan signifikan. Atap-atap rumah hancur berantakan, menyisakan puing-puing dan material bangunan yang berserakan. Kerugian materiil ini tentu sangat memberatkan bagi para korban.

Tidak hanya permukiman, fasilitas pendidikan vital juga tak luput dari amukan angin. SDN 218 Maroanging, yang merupakan salah satu sekolah dasar di Maroanging, mengalami kerusakan parah pada bagian atapnya. Tiga ruang kelas, yaitu kelas 4, 5, dan 6, kini tidak dapat digunakan karena atapnya beterbangan dan hilang.

Kerusakan pada sekolah ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya proses belajar mengajar. Pihak terkait sedang berupaya untuk segera melakukan perbaikan agar aktivitas pendidikan dapat kembali normal. Sementara itu, warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menanti bantuan perbaikan.

Baca Juga: Kericuhan di Tambang Emas Ilegal Minahasa Tenggara, 3 Orang Tewas

Imbauan Dan Peringatan Dini Dari BPBD Bone

​Imbauan Dan Peringatan Dini Dari BPBD Bone​​

Merespons insiden ini, Muh Nur Fajar dari BPBD Bone segera mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Ia menekankan agar warga selalu mencari tempat aman saat terjadi angin kencang. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko cedera dan kerugian jiwa.

Selain itu, warga juga diminta untuk secara proaktif memastikan kekuatan struktur rumah mereka. Penguatan atap, papan seng, dan bagian bangunan lainnya sangat penting untuk mengurangi dampak kerusakan jika terjadi angin puting beliung serupa di masa mendatang. Langkah-langkah preventif ini dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda.

BPBD Bone juga meminta aparat desa dan kelurahan untuk aktif memantau kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Pelaporan cepat terhadap kejadian bencana atau kondisi darurat sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Koordinasi yang baik antarpihak menjadi fondasi dalam upaya mitigasi bencana.

Meningkatkan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem

Insiden puting beliung di Sibulue ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Muh Nur Fajar menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Fenomena alam ekstrem dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD. Peringatan dini yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga ini dapat memberikan waktu yang cukup bagi warga untuk mempersiapkan diri dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Kesadaran akan risiko adalah langkah pertama menuju keselamatan.

Selain kesadaran individu, solidaritas komunitas juga sangat penting. Saling membantu dan mendukung antarwarga, terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung, akan mempercepat proses pemulihan. Bencana adalah tanggung jawab bersama, dan dengan bekerja sama, kita dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih baik.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sulawesi Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:
  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari pantaunesia.co.id

Leave a Reply